Hari minggu ini, lapangan di sekitar rumahku tampak ramai dengan orang-orang berbaju serba putih dan di dadanya tertulis AYO KE BANK. Jelas ini bukan ajakan buat kita untuk melakukan unjuk rasa ke bank, tapi ini program BI untuk mensosialisasikan masyarakat untuk lebih mengetahui kegiatan-kegiatan perbankan. Namun yang perlu di cermati secara mendalam! Mengapa program ini tidak ada penyuluhan, pembagian brosur, atau pengenalan produk2 perbankan? Yang aq liat cuman sekumpulan praktisi-praktisi perwakilan bank-bank yang datang untuk berjalan mengelilingi rute tertentu, dan memberikan sejumlah atraksi saat telah tiba di tenda utama tempat para pejabat negeri ini bersemayam.ha3 yang terakhir ini murni majas panjangfora, yaitu sengaja memanjang-manjangkan kalimat yang seharusnya bisa pendek (singkat). Paragraf ini memang sebagai paragaraf pembuka, yang berisi goresan tinta basa-basi penulisnya. Tapi jangan kau pandang sebelah mata kawan! justru tokoh utama dalam tulisan ini, ada satu dari ratusan peserta AYO KE BANK itu.
Yup!!! Pada hari itu, karena acara tersebut berada di sekitar rumahku. Darma -bukan nama sebenarnya- (biar keliatan lebih kriminal) bertandang tanpa membawa oleh-oleh. Padahal itu yang aku harapin daripada kehadirannya.hahahahaha!! Gak kok dar!!, dirimu lebih berharga daripada oleh2 itu –tapi cuman sedikit bedanya-. Kamipun larut dalam obrolan dua lelaki dewasa yang tak berujung..tak lama berselang. Dia pun pamit untuk pulang kerumahnya, yang juga kebetulan tak jauh dari rumahku. Akupun tak lupa melepas kepergiaannya itu..setelah aku kembali ke ruang tamu. Di sofa tempat ia duduk tadi, kuliat ada Handphone tergeletak pasrah tak bertuan. Kaku, dingin, jantungnya tak berdenyut, namun tak ada tanda-tanda kekerasan di badannya (ah tampaknya aku terlalu banyak nonton acara kriminalitas di tipi). Dengan sigap akupun membawa sepeda motorku untuk melaju ke rumah si darma itu. Karena aku yakin ini adalah HP miliknya yang tertinggal. Aku tau!! betapa tergantungnya manusia modern saat ini pada radio telekomunikasi itu, untuk itulah aku melaju kencang agar HP ini tiba tepat pada waktunya kembali ke si empunya. Setibanya aku di rumah itu, aku disambut oleh (lingkaran bunga) pembantunya. Dan ternyaata eh ternyata..berjudi itu haram (lho?!) si darma sudah pergi lagi…ah mungkin ia kerumahku untuk mengambil HPny – pikirku-. setelah mengembalikan Hp itu kegenggaman jemari pembatunya,Akupun kembali ke rumah dengan gembira. karena aku yakin kali ini malaikat dikananku sedang sibuk mencatat kebaikanku hari ini. Tak lama sayappun mengembang di punggungku…tanda aku layak untuk terbang ke surga langit ketujuh…wualah….Namun,setibanya aku dipertigaan antara gang rumahnya dengan jalan raya. Aku berfikir, sepertinyanya aku mengenal hape itu..ah sudahlah aku tak mau memikirkannya karena untuk zaman sekarang ini hape kembar adalah sesuatu yang lumrah…secara hari gini, perusahaan gak buat hape untuk satu/dua orang aja. Setibanya dirumah aku terkejut dengan suara lantang ayahku. eng ing eng…
ANGGA!!!HAPE PA2 KAMU KEMANAIN? Damn….tuh kan bener instingku tadi sepertinya aku kenal hape itu…itu ternyata hape pa2ku…akupun kembali kerumah darma untuk mengambil kembali HP itu. pliss...jangan hapus lagi pahala yang telah kau tulis tadi ya wahai malaikat kebajikan.
tebusan :
- malaikat pencatat amal baik
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

hahahhahahah,, dodol -______-"
bagus blognya,, bikin lagi dong :)
Nisa mengatakan...
13 Juli 2011 pukul 01.20