Slamet yang Tak Selamat

Ahhhh..lega rasanya ada waktu untuk ngeblog lagi…mau tahu rasanya sobat, betapa bahagianya punya waktu nulis lagi? Pernah kau rasakan moment saat cintamu diterima oleh sang pujaan hati? Atau dikala kau mendapatkan hadiah ulang tahun di masa kecil dulu? Ini jauh dari itu…ku merindukan word, bukan untuk mengetik tugas-tugas kantor. Ku mendamba internet, bukan karena aku seorang facebook addict. Ku menulis dan browsing untuk melepaskan kecintaan akan dunia blog ini. Sungguh tiada tara rasanya sobat.
Hari jumat kemaren, bisa jadi sama seperti jumat-jumatku yang telah pergi berlalu. Andaikata, aku tak bertemu dengan teman lamaku di sebuah mushola di salah satu instansi pemerintah. Saat khotib mulai memberikan ceramah pertamanya, seseorang telah menepuk pundak ini dan menaruh sejadah disebelahku. Ah, sebagai alumnus TPA Al-Qur’an 13 tahun lalu di mushola ini tentunya ia hafal betul seluk beluk tempat ini. Pria yang dulu diberi nama Slamet oleh orang tuanya ini, datang untuk melalui pintu timur. Tempat wudlu berada disebelah kiri pintu masuk. Tak usah kau tanyakan sobat bagaimana banyaknya orang yang mengantri di tempat itu. Pertama, karena memang pintu timur adalah pintu utama penghubung antara mushola dan jalan. Dan kedua, detik-detik menjelang khotbah dimulai adalah saat yang sangat pas untuk mulai memasuki masjid, padahal jika mereka tau bahwa malaikat pun mencatat dengan tinta emas urutan orang yang masuk ke masjid dan penghitungan tersebut berhenti saat khotib memulai khotbahnya. Tentu mereka akan berbondong-bondong menjadi urutan yang terdepan. Bisa kau bayangkan sobat, apabila dirimu tidak bisa masuk daftar tersebut hanya karena mengantri di tempat wudhu. Tak seperti yang lainnya yang masih mengantri, setelah menepuk dan menaruh sajadah disebelahku, dia langsung menuju ke arah kiri mimbar, tempat yang sebenarnya digunakan untuk wudhu para wanita. Namun karena tempatnya agak masuk kedalam, tak banyak yang mengetahui tempat wudhu ini. Slamet beruntung kali ini bisa selamat masuk daftar tinta emas, karena pengalamannya pernah menjadi salah satu siswa TPQ mushola ini.
Bagi yang haus akan ilmu agama, moment saat khotib memberikan ceramah adalah saat yang tepat untuk menyerap intisari yang diberikan atau sekedar introkspeksi diri tentang segala kebodohan dan dosa yang telah dilakukan selama satu minggu. Namun sayangnya, seringkali kudapati diriku sendiri dan orang disekitarku acuh tak acuh akan khotbah yang diberikan. Udara sejuk, angin semilir yang mengalir dari kipas yang tepat berada diatas kami merupakan salah satu setan penggoda iman kami untuk meninggalkan jauh sang khotib melalui lamunan dan fikiran menerawang tentang menu apa yang pas disantap di istirahat siang setelah sholat ini?. Bahkan yang lebih parah, ada yang gagah berani menghilangkan khotib dan jamaah sekitarnya, tentu sobat bertanya-tanya ilmu kanuragan apa yang sedang digunakan? Kau pun tanpa sadar telah menggunakannya. Keletihan karena telah ½ hari bekerja membanting tulang (orang lain), ditambah lagi suasana dan posisi duduk yang mendukung. Membuat telinga ini tuli, pikiran kosong, dan akhirnya mata ini melakukan kudeta, menutup tiba-tiba tanpa perintah. Nah saat ini sobat, kau telah berhasil menyamai ilmu Deddy Corbusier atau David Coperviled sekalipun, karena saat ini masjid seisinya telah sukses kau lenyapkan….tanpa bekas..
Setelah selesai wudhu, slamet duduk tepat disisi kiriku. Aku hanya menyalaminya, tanpa bicara sepatah katapun. Karena memang begitulah adab sholat jumat. Namun 10 menit setelah itu, slamet memulai percakapan dengan bertanya “sama siapa kesini, ngga?” dan akupun menjawabnya. Jawabanku tersebut ternyata menjadi awal dari perbincangan basa-basi dua teman lama semasa menimba ilmu di mushola ini. Karena ingin menghargai khotib dan majelis ini, maka kami berduapun berusaha menyimak khotbah sang khotib. Kusimak secara seksama dan kuberusaha menanam ilmu itu dalam-dalam di otakku, agar disaat iman di hati ini sedang krisis nanti, kudapat menggali ilmu ini,untuk kemudian kutaburkan lagi dihati. Kenyataan ini mungkin juga dialami oleh slamet, mungkin karena terlalu mendalami dan mengutuki kesalahan yang telah diperbuat selama seminggu ini, kulihat diujung mata paling kiri, dia hanya menunduk seolah sadar,inyaf bahwa sebagai manusia yang tak pernah luput dari dosa. 30 menit khotbah pertama ini berlangsung, membuat badan mulai tak nyaman karena berdiam dalam rentang waktu yang lama, ditambah lagi badan yang berdempet-dempet dengan jamaah di kanan dan dengan si slamet di sebelah kiri. Maksud hati maju agak kedepan untuk memberikan ruang ke jamah yang bersebelahan denganku, namun rasa kaget tak terkira yang kudapat. Secara tiba-tiba terdengar bunyi benda jatuh disebelahku. Secara spontan aku menoleh kesebelah kiri, alahkah kagetnya setelah mendapati slamet yang sekarang posisi pundak kanannya berada dilantai. Terjelembab jatuh….Ahhhhhh, rupanya ia tak seperti yang pikirkan tadi, sedang terlelap tidur rupanya. Jika tadi ia selamat tetap ada di daftar tinta emas yang di tulis malaikat. Kini ia tak selamat, karena tidur jumatnya (bukan solat jumat) ketahuan banyak orang, malaikat, dan juga Tuhan tentunya…

Pagi Menakjubkan

Hiya, pertama kali ne posting lwt hp. Thanks bt telkomsel yg udah ngeluarin program telkomsel flash-ny u pengguna kartu AS en simPATI. Skrg g prl ngerogoh 5 perak/kb ny,tp cm Rp 1/kb ny. Yg lbh asik lg ne,ampe bln okt. Kita cm byr separony aja a.k.a diskon 50% dr tarif normal. Aku kmrn ngaktifin yg 5000 kb,cm byr 2500 doang. Hasik bgt kan,bs browsing dmana aj kpn aj.
Saat belum puas menikmati menghirup udara dunia dan mencoba u mengembalikan nyawa ke jasadny stlh berkelana k alam mimpi, udah dpt semprotan dr ma2 krn susah bgt dsuru solat mlm (salut de sm setan yg ngebekep telingaku,yg ngubah tereakan ma2ku menjadi alunan nada peterpan 'mimpi yg sempurna'). Blm sls d omelin,eh hape berbunyi..tanda kereta akan segera melintas..ah ngaco,ya tanda ada panggilan masuk la..males bgt bnrny ngangkat telp yg g mau nunjukin identitasny, private number. Tp berhubung hr ini hr jumat,mk ini adlh hr yg baek bt nyenengin hati org yg udh cpk2 nelp aq. Tau g,ternyata yg nelp aq adlh anak umur 14 thn. Iya kl knl, la g sm skl e. Ini udh yg kdua kaliny dy nelp. G tau maksudny apa, kebanyakan diem dianya, la jdny aq jg tdk bs ngomong bnyk. Sekaliny ngomong, dia blng g dgr. Putus putus suarany,ktny..yaudah,aq sgr mencr cara terbaik dan teretis bt mutusin sambungan langsung salah sambung ini. Dgn polosny aq berkata, "eh udahan dl y,mau beol ne".

GIGIku anugrahMU

Urggghhhh…sariawan lagi neh bibirku. Gak ke itung udah berapa kali bibir sexyku ini menderita sariawan stadium satu gara2 bergesekan dengan kawat berduri yang melingkar manja di sekujur gigiku yang sekarang udah terlihat keliatan lebih bagus. (thanks ya buat drg desak en drg kadek yang membuat segalanya menjadi indah, lho?!?)...flashback kebelakang, gigiku ini dulu mirip bgt sama yang namanya bobo (yang skrng udah di kontrak sm majalah playboy buat jadi logo). Padalah jikalau menelisik kedalam silsilah keluarga, gak ada tuh yang berasal dari keturunan kelinci. Semuannya manusia kok, aku jadi berpikir…apa aku ini rekayasa genetika yah, ato aku makhluk kloning yang gagal. Karena jadi manusia juga ngga’, kelinci juga bukan. Aku tanya sama ortu, katanya mereka juga gak pernah selingkuh sama kelinci tetangga tuh. Ahhhhhhh….daripada kepala botak,pitak, en kotak2, ku ikuti ajah saran beberapa staf kenegaraan untuk memasang sederetan kawat berduri di gigiku ini. dulu aku pikir keren juga ya orng yang pakai kawat gigi, bisa meningkatkan keperkasaan. (lho?!?), meningkatkan kepercayaan diri maksud saya. Tapi itu semua salah besar sodara-sodara. Buat kamu yang pengen giginya di pasangin kawat juga, sebelum melakukan deal dengan dokter…pikir2 dulu deh baik-buruknya,bibit,bobot,ama bebetnya, jangan sampai menyesal di kemudian hari. Mmmmm, ini ni contoh hal2 yang mungkin terjadi jikalau anda tetap bersikukuh pada pendirian untuk memasang kawat huru-hara itu.

  1. Selamat Tinggal Jagung Bakar. Buat kamu yang hobi, seneng, ato udah ampe ke taraf ketagihan yang namanya Jagung Bakar. Luapain untuk bisa menyantap makanan kaya karbohidrat ini langsung dari bongkolnya…coz, fatal akibatnya guys…jagung yang tadi warnanya kuning keemasan bisa berubah jadi merah keemasan. Darah pasti mengucur deras sebagai akibat kawatmu lepas en melukai gusi gigimu. Setauku orng yang pake kawat, pantang bgt makan yang keras2..asli, pokoknya sakit bgt. Coz, selama dipagerin pake kawat, gigi kita seolah2 ditekan sm kawat itu ke posisi yang seharusnya. Penderitaan yang terkira bisa kamu rasain di bulan pertama…ajib bener dah sakitnya!
  2. Say No to Metal Detector. Berat banget kan kalo gak bisa bepergian ke luarkota naek pesawat, ato sekedar ke mall yang sistem securitynya udah dilengkapi dengan metal detektor. Yakin de, kamu gak bakalan lolos ngelewati. Nah, untuk mengantisisapinya…kamu bisa nego sama dokternya untuk di pasangin kawat yang anti metal detektor. ato minta ganti kawatnya sm bahan ramah lingkungan, pake plastik daur ulang contonya. Ada dua manfaat tuh kalo kamu pake bahan jenis ini, yang pertama bakalan aman sentausa ama yang namanya metal detektor, en yang kedua membantu program pemerintah untuk mengurangi sampah plastik yang membuat bumi semakin panas. Stop Global Warming!!!
  3. Jauhi Demo Mahasiswa. Sekarang kan lagi marak2nya ne orang2 yang pada demo karena harga BBM melambung tinggi, en skrng dampaknya nyebabin inflasi indonesia bulan mei yoy (year on year) ke titik 10.7 persen. Nah bahayanya buat kamu yang punya kawat di gigi, kalo demo ini sudah bertindak anarkis dan pengen ngerinsek masuk ke daerah perkantoran Dewan Perwakilan yang terhormat. Otomatis polisi merluin yang namanya Kawat Berduri buat membendung arus massa yang semakin beringas. Iya kalo polisi udah pada siap bawa kawat berdiri. Kalo enggak? Inget!! dalam kondisi tertekan seperti ini, semua orang pasti bertidak tidak pake yang namanya akal sehat. Mereka pasti mikir gampangnya aja! gak ada rotan, akarpun jadi. Gak ada kawat berduri, orang dengan kawat gigipun jadi.
  4. Alien Face. Seperti layaknya kehidupan, segala sesuatunya pasti ada pro dan kontra. Ada yang seneng ato ada yang justru sebaliknya. Kita ngga’ boleh menjudge buruk orang yang tak sepikiran dengan kita. Mereka punya pandangan en kebenaran pribadi yang mereka yakini itu benar. Dan kita harus menghormati itu. Tapi bagaimana kalo kita tidak disukai ama yang namanya makhluk paling imut yang bernama bayi. Kebayang dong gemana lucu, imut, en gemesinnya makhluk yang satu ini. senyumnya adalah senyum tertulus, tangisnya adalah tangisan jujur, tak pernah di rekayasa. Gak heran, siapapun yang deket dengannya pasti ikut larut dalam bahagia dunia masa kecilnya. Sebaiknya, buat kamu yang seneng bgt deket sm anak kecil terutama bayi. Lebih baik pikir dua kali deh buat masang ranjau digigimu ituh. Coz, mata dan pikiran bayi belum siap nerima yang namanya perbedaan mencolok di gigimu. Pikiran mereka pasti langsung terasosiasi pada makhluk2 serem yang konon menghuni planet lain di luar tatasurya kita. Alien,Godzilla,Makhluk Mars,Monster,ato spesies2 sejenis yang mukanya pasti 100% nyeremin abis. Yang ada setelah kamu deketin, dia gak cuman nangis, tapi bisa step 3 hari 3 malam. Mau tanggung jawab di tuduh melakukan pembunuhan berencana pada anak di bawah umur?

Bukan Banci Malam

rabu, 05 maret 2008 ini aku kira akan menjadi hari yang sangat nyaman untuk melepas segala keletihan malam selasa itu. Setelah bermain 2 jam futsal di arena, di mulai dari jam 10 ampe jam 12 malam. Dimana, saat belahan dunia lain sedang menikmati rayuan pulau kapuk di peraduaannya, ato sesama mahkluk malam yang sedang asik godek atas-bawah,kiri-kanan menyesuaikan dengan iringan dentuman house music yang menggema di ruangan full asap rokok. Tapi kami disini bermandi keringat, bukan karena kami kuli panggul pasar tapi kami berkeringat karena kami terus berlari tanpa henti. Kami berlari bukan karena sedang dikejar satpol pp tapi kami berlari menuju hasrat kami untuk memenangkan pertandingan ini. meskipun untuk memperolehnya tak jarang setelah menjalaninya kami didera pegal berkepanjangan dan cidera ringan khas pemain futsal. Kami tak pernah menyesal melakukannya di malam hari, karena kami cinta olahraga ini.
keesokan harinya, badan ini terasa melawan tuannya untuk beranjak dari kasur yang seolah mempunyai daya magnetik superkuat yang kuasa erat merekat ditubuh lemahku. pagi berganti siang, dan siang hilang malam menjelang. saat yang tepat untuk istirahat melanjutkan pemulihan tubuh? tidak sobat..malam kamis ini aku harus ikut pergi ke carefour untuk membeli keperluan hari nyepi nanti. Tak bisa kau bayangkan bukan apabila di hari itu seluruh keluargamu harus mati kelaparan tanpa ada persediaan yang memadai di lemari makanmu. maka untuk itulah aku memaksakan diri berangkat. Ternyata pemikiranku tentang pemenuhan persediaan makanan ini, seirama dengan pemikiran ratusan masyarakat bali ini. dapat dilihat dengan betapa sesaknya supermarket ini. kereta-kereta belanja itu tampak seperti ular besi panjang tak berujung menuju kasir. ah!! melihatnya saja sudah goyah raga ini tak kuasa membayangkan harus mengantri sepanjang itu. namun aku harus melawati hari ini, dan segera mengakhiri malam panjang...
have a nice looooooooooong weekend guys!!

Ujian -Part 2-

Hari 2:
Background setting : Hotel xxx, Lantai 3, Ruang Matahari, Kursi Berselimut.
Cuaca : Mendung mengundang
Kondisi Mental : Hidup atau Mati
Amunisi : Pensil 2B, Penghapus, Bolpoint, Alas Tulis

Hari ini materi yang akan di ujikan adalah TPA. Tempat Pembuangan Akhir, Tempat Pendidikan Agama, atau Tes Potensi Akademik. Aku rasa untuk konteks masalah ini, yang benar adalah pilihan yang terakhir. Ya! Tes Potensi Akademik. Dari bahasa yang digunakan sudah sanget mengesankan bahwa tes yang bakalan dihadapi bukan tes yang sembarangan. Dan dugaanku benar..Soal-soal yang disajikan dalam tiga sesi ini, cukup mampu membuat ruangan yang super dingin oleh 12 Ac ini menjadi panas membara. Dan kalian tau dari mana sumber panas itu. yap! Tepat sekali, di ubun-ubun batok kepala ini. tak kuat rasanya menahan gelombang panas ini karena pemakaian yang melebihi batas maksimal kemampuan-nya. Biasanya gak pernah begini tuh. Pasti ini gara-gara mantera yang dengan sangat terpaksa kudapat dari temanku yang sudah tidak waras itu. Sehari sebelum tes ini berlangsung, sudah ku bilang bahwa aku akan menjalankan tes ini dengan usahaku sendiri. Tapi, dengan ngototnya dia memaksaku untuk membacakan mantera ini sebelum tes dimulai. Karena tak ingin menurunkan reputasinya sebagai dukun tuyul beranak no wahid se rumahnya, dan juga sudah tak tahan melihat otot farises yang melingkar-lingkar di lehernya, akupun mengiyakan apa-pun perintahnya. Katanya, apabila kita menggunakan mantera ini, roh kita akan bertukar dengan 3 arwah orang jenius. 1, Albert Einstein. 2, Adam Smith. 3.Thomas Alfa Edison. Sehingga tak ada soal yang sulit yang bisa membentung langkahmu, katanya. Mau tau manteranya? Ni dia:

“TungTungJaheAlaTumpangTumpritNgitungNgitungJaheBagiDongSedikit” dibaca 3 kali, sambil kepala godek kekanan, godek kekiri, trus sorong kedepan.

Boro-boro bisa jawab, la malah erorr gini ni otak. Gak biasa-biasanya kayak gini. Jangan-jangan arwah ShaSya OB yang lemotnya naudzubilah yang mampir ke otak. Btw, ada yang tau gak kemana ke tiga arwah tadi? Kalo ada yang tau keberadaannya, segera calling aku ya. Soalnya temenku bilang, mereka sudah terbang dari negara-masing2. Apa bandara Soekarno Hatta ditutup lagi ya?? Kasian dong muter-muter terus di atas, gak bisa turun!!!

Ujian -Part 1-

Finally, 2 hari itu lewat juga meskipun harus dilewati dengan tetes darah, luka di sekujur tubuh yang sampai kini tak kunjung pulih sebagai akibat cabikan sporadis, kejam, tak kenal ampun dari soal2 tes CPNS itu. Trauma itu masi menggelayuti selaput otakku, merobeknya, sehingga otak kiri dan kananku bercampur. Kini apabila kau tanyakan mengenai alur pemikiran rasional mengenai dampak pemadaman listrik secara bergilir terhadap perekonomian? Dan mengenai tanggapanku terhadap nada-nada eksplorasi Kangen Band yang menguncang dunia permusikan tanah air? Jawabanku mungkin bisa tak berhubungan dengan apa yang kau tanyakan. Atau bahkan aku cuma bisa diam membisu. Dan kemudian ku ambil gitar dan ku lilitkan selendang ibuku di leher, dengan sigap ku gerakkan leher gitar itu belakang ke depan. Kemudian berhenti sejenak untuk mengucapkan : “Terlaaaaaluuuu”. Ah…tampaknya telah aku temukan jawaban mengapa Bang Rhoma menciptakan kata fenomenal itu. rupanya dulu beliau pernah ikut tes CPNS juga.
Hari 1:
Background setting : Hotel xxx, Lantai 3, Ruang Matahari, Kursi Berselimut.
Cuaca : Cerah berawan
Kondisi Mental : Siap Tempur, Pantang Mundur
Amunisi : Pensil 2B, Penghapus, Bolpoint, Alas Tulis

Seperti acara resmi kenegaraan lainnya, tes kali ini pun tak luput dari pembacaan sambutan dari pejabat penting institusi itu. setelah itu panitia tak lupa pula membacakan tata-tertib saat menjalani ujian. Namun tiba-tiba terdengar bunyi toa mengema dari lambungku ini. Ada Apa Dengan Lambung (AADL)? Ternyata, mahkluk-mahkluk negeri lambungku melakukan demonstrasi pemogokan kerja karena asupan makan pagi lupa dipenuhi, dengan tenang aku berdiri dihadapan sekitar lima ribuan mahkluk itu, dan mengatakan : “kita akan makan besar setelah tes ini berlangsung, apapun yang kalian minta akan aku penuhi. Asal jangan kau kudeta pimpinanmu ini yang sedang menghadapi fit and proper tes CPNS”. Setelah negeri lambung tenang aman sentosa kembali, saatnya fikiran dan konsentrasi di set kembali untuk menghadapi ujian yang akan dilaksanakan beberapa saat lagi. Aku menghuni kursi berselimut yang ada di baris no sembilan, kolom pertama. Tepat setengah meter dari AC yang berdiri kokoh tepat sebelah kiriku. Tak heran bila kursi di ruangan ini tampak diselimuti kain berwarna krem, selain faktor estetika dan gengsi,kehadiran 12 AC ini tampaknya juga mempengaruhi kebijakan itu. Jarak antar bangku sekitar lima puluh centi meter. Lupakan semboyan kejayaan bangku kuliah dulu “posisi menentukan prestasi”. karena sesuai fatwa panitia, kontak antar anggota adalah haram hukumnya. Tak bisa kubayangkan hukuman yang akan ditimpakan bagi yang secara sengaja mempecundangi peraturan tersebut. kalo bernasib baik,mungkin bisa dikucilkan dan melakukan tes diruangan yang berbeda. Namun, bisa kau bayangkan apabila di keluarkan dari komunitas intelektual yang terhormat ini, dan tidak lagi di izinkan untuk mengikuti tes selama berpuluh-puluh tahun lamanya. Ah, tak pantas rasanya menaruh muka ini dikepala, apabila hal tersebut terjadi padaku.
Pada hari pertama ini ada dua materi yang di ujikan kepada setiap peserta, yaitu kemampuan berbahas inggris, dan berbahasa indonesia. Masing2 terdiri 3 sesi. Tes pertama, sesi pertama aku terbuai dengan menjawab begitu mudahnya soal2 ini. sewaktu salah satu panitia basa-basi menanyakan tentang kesulitan soal, dengan enteng ku menjawab : “soalnya gampang-gampang kok.” Petaka itu datang pada sesi kedua, karena kita di haruskan membaca paragraf dulu untuk menjawab 2 sampai 3 soal berikutnya. Waktuku banyak terbuang di sesi ini. Dan seperti yang dapat di bayangkan, pada sesi tiga aku kehabisan waktu. tindakan spekulasipun aku terapkan untuk sesi ini…tak heran bila di lembar jawaban itu pada 20 kolom terakhir tampak monoton, lurus tak berbelok, tak bervariasi. Karena lingkaran B adalah jawaban yang aku pilih untuk ke-20 nomor itu. ah, strategi meremehkan soal pada sesi pertama adalah kesalahan fatal abad ini yang telah aku perbuat.
Tes Bahasa indonesia berlangsung tanpa halangan berarti. Terbukti banyak peserta yang telah menyelesaikan tes ini meskipun masih sangat banyak waktu yang tersisa. Ini membuktikan mereka memang layak disebut rakyat yang mengerti dan memahami bahasa pengantar nasional tersebut. begitu juga denganku. Doa dan harapan lebih ngeucur deras pada tes bahasa inggris tadi. Berharap semua jawaban 20 nomor terakhir adalah B. amin ya robal alamin…

Persiapan Tes Calon Abdi Negara

Kayaknya 3 hari ini, aku mesti cuti dulu deh dalam dunia browsing internasional (gile bahasanya!). karena 2 hari kedepan aku bakalan ngadepin tes masuk calon pegawai salah satu lembaga tinggi negara di denpasar. aku akan gunakan segala kemampuan untuk belajar English, Bahasa Indonesia (1st day), dan TPA (2nd day). jadi tiap menit yang ada di otak cuma belajar (selain makan, mandi, en pups tentunya).
ngutip duo Maia ne :
"aku mau makan, ku ingat kamu (ngeliat nasi jadi harus ngitung dulu, berapa kg yang perlu dikonsumsi untuk menambah berat badan proporsional. siapa tau keluar ntr wkt tes)
aku mau tidur, juga ingat kamu (sblm tidur, ngukur luas bantal dulu. spy nyaman dengan volume kepalaku. btw ada yang tau gak cara ngitung volume otak, siapa tau keluar)
aku sedang sedih, ku ingat kamu (tiap tetes air mata yang keluar, di teliti berapa kadar garamnya. siapa tau ujian ntr keluar)
aku sedang bosan, juga ingat kamu" (lama-lama kok bosen juga ya belajar terus...yawdah! nonton tipi dulu yah)
buat yang udah baca! jangan lupa doakan saya selalu yah! mau tau caranya:
Ketik: doalulus kirim ke tempat peribadatan terdekat. doa yang kamu kirim...bakalan di undi lo! buat ketemu Langsung!Live!Face 2 Face! dengan
malaikat penyabut nyawa (he3, becanda)....

Postingan Lama