Bukan Banci Malam

rabu, 05 maret 2008 ini aku kira akan menjadi hari yang sangat nyaman untuk melepas segala keletihan malam selasa itu. Setelah bermain 2 jam futsal di arena, di mulai dari jam 10 ampe jam 12 malam. Dimana, saat belahan dunia lain sedang menikmati rayuan pulau kapuk di peraduaannya, ato sesama mahkluk malam yang sedang asik godek atas-bawah,kiri-kanan menyesuaikan dengan iringan dentuman house music yang menggema di ruangan full asap rokok. Tapi kami disini bermandi keringat, bukan karena kami kuli panggul pasar tapi kami berkeringat karena kami terus berlari tanpa henti. Kami berlari bukan karena sedang dikejar satpol pp tapi kami berlari menuju hasrat kami untuk memenangkan pertandingan ini. meskipun untuk memperolehnya tak jarang setelah menjalaninya kami didera pegal berkepanjangan dan cidera ringan khas pemain futsal. Kami tak pernah menyesal melakukannya di malam hari, karena kami cinta olahraga ini.
keesokan harinya, badan ini terasa melawan tuannya untuk beranjak dari kasur yang seolah mempunyai daya magnetik superkuat yang kuasa erat merekat ditubuh lemahku. pagi berganti siang, dan siang hilang malam menjelang. saat yang tepat untuk istirahat melanjutkan pemulihan tubuh? tidak sobat..malam kamis ini aku harus ikut pergi ke carefour untuk membeli keperluan hari nyepi nanti. Tak bisa kau bayangkan bukan apabila di hari itu seluruh keluargamu harus mati kelaparan tanpa ada persediaan yang memadai di lemari makanmu. maka untuk itulah aku memaksakan diri berangkat. Ternyata pemikiranku tentang pemenuhan persediaan makanan ini, seirama dengan pemikiran ratusan masyarakat bali ini. dapat dilihat dengan betapa sesaknya supermarket ini. kereta-kereta belanja itu tampak seperti ular besi panjang tak berujung menuju kasir. ah!! melihatnya saja sudah goyah raga ini tak kuasa membayangkan harus mengantri sepanjang itu. namun aku harus melawati hari ini, dan segera mengakhiri malam panjang...
have a nice looooooooooong weekend guys!!

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda